Tampilkan postingan dengan label Ary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 November 2015

KUPU-KUPU YANG LUMPUH


Ketika aku masih menjadi KEPOMPONG... terbayang.. betapa senangnya apabila aku bisa terbang... Ketika aku mulai harus BERJUANG... melalui PROSES BERAT melewati sebuah LUBANG... Sangat BERAT memang.. Aku mencoba berjuang... dan.. sebagian kecil tubuhku berhasil melewati lubang... Ohh.. rasanya lelahhh sekali... dan aku berhenti sejenak.. Saat itu... tampaknya seorang manusia mengamatiku.. Tampaknya ia kasihan... dan ingin MENOLONGKU.. lubangku dikuakkan.... Pikirnya membuatku LEBIH GAMPANG....... Aaahh ..memang GAMPANG... tidak usah BERJUANG... DAN KELUARLAH aku ke dunia lapang.... Tetapi.. MENGAPA aku TIDAK BISA TERBANG ??.. Ternyata cairan tubuhku yang TUHAN siapkan untuk sayap-sayapku Baru berfungsi kalau lubang kecil itu kulewati...... dan.. PERTOLONGAN itulah yang melumpuhkanku.. Sekarang... aku HANYA BISA MERANGKAK...... Merangkak dan merangkak sebagai.. KUPU-KUPU yang LUMPUH SEPANJANG MASA......

Sabtu, 14 November 2015

Semut Telah Membantu Manusia Membersihkan Sampah, Benarkah?

Tahukah Anda bahwa ternyata semut dapat membantu manusia membersihkan sampah?

Semut Telah Membantu Manusia Membersihkan Sampah, Benarkah?Foto: Khairina

Sebuah penelitian membuktikan hal tersebut. Semut-semut di New York tertanya telah mengembangkan rasa terhadap junk food. Penelitian mengamalisis 20 spesies semut dan melihat jenis karbon di dalam tumbuhnya. Hasilnya, pada tubuh semut ditemukan sisa makanan olahan yang dimakan manusia.

Semut yang biasa hidup di trotoar dan beraspal ternyata memiliki kadar isotop yang mirip manusia. Sementara semut yang hidup di taman memiliki tingkat isotop lebih rendah.

“Makanan manusia telah memberikan dampak pada pola makanan hewan-hewan yang hidup di jalanan,” ujar Clint Penick, salah satu peneliti dari North Caroline State University. Menurutnya, semut telah membantu manusia dalam pengolahan sampah. Ini pula yang akhirnya menjelaskan mengapa jumlah semut di perkotaan terus mengalami peningkatan.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurrnal Proceedings of the Royal Society B.

(Sumber: time.com)