Minggu, 15 November 2015

Daun Pakis Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Daun Pakis Tingkatkan Kekebalan Tubuh


Di dalam kelezatan hidangan daun pakis atau daun paku terdapat komponen gizi yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh, mempercepat proses penyembuhan luka, dan turut mencegah penyakit degeneratif.Bagaimana cara mengolah yang benar agar nutrisinya tidak terbuang?


Tumbuhan paku (paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta) merupakan satu divisi tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus), tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Karena itu, perkembangbiakannya dilakukan menggunakan spora.

Jenis tumbuhan ini tersebar di seluruh dunia, kecuali di daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Paku-pakuan sebagian besar tumbuh di daerah tropika yang basah yang lembab. Total spesies paku-pakuan yang telah diketahui berjumlah sekitar 10.000, 3.000 di antaranya tumbuh di Indonesia.

Paku sayur (Diplazium esculentum) merupakan sejenis pakis yang biasa dimakan sebagai sayuran oleh penduduk di Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik. Paku sayur ini biasanya tidak dibudidayakan, melainkan tumbuh liar di tepi sungai, tebing-tebing yang lembab dan teduh, atau di hutan dan pegunungan.


Pedagang biasanya memanen tanaman ini di sore atau pagi hari. Di Indonesia, sayuran ini tidak kenal musim, sehingga dapat dipanen setiap saat.

Daun paku atau pakis merupakan daun majemuk. Daun pakis muda berwarna hijau tua, yang menunjukkan tingginya kadar klorofil di dalamnya.

Klorofil merupakan pigmen pemberi warna hijau pada dedaunan. Ciri khas dari pakis sayur adalah bagian ujungnya tampak menggulung, seperti gagang biota.

Daun muda


Bagian pakis yang dimakan sebagai sayuran sesungguhnya adalah daun muda yang yang belum mekar secara sempurna. Karena itu, untuk sayuran harus dipanen saat masih muda, supaya berasa enak dan bertekstur lunak. Bila telat dipanen, daun pakis menjadi sangat berserat, alot, dan tidak enak dimakan.

Ada beberapa jenis tumbuhan paku atau pakis, namun tidak semuanya dapat dikonsumsi. Masing-masing tanaman paku memiliki manfaat berbeda-beda, antara lain:

(1) Dipelihara sebagai tanaman hias, misalnya paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium sp), suplir (Adiantum sp), dan paku rane (Selaginella sp).
(2) Penghasil obat-obatan, misalnya Aspidium sp, Dryopteris filix mas, dan Lycopodium clavatum.
(3) Sebagai sayuran, misalnya semanggi (Marsilea crenata) dan Pteridium aqualium.
(4) Sebagai bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinata.
(5) Sebagai salah satu bahan dalam pembuatan karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.

Secara turun-temurun, petani sudah mengenal dengan baik jenis-jenis pakis yang dapat dimakan, sehingga kecil kemungkinan terjadi keracunan akibat salah konsumsi. Sayur pakis jarang ditemukan di supermarket, tetapi umumnya dijual di pasar-pasar tradisional.

Gizi dan khasiat

Daun pakis dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan luka. Hal itu dikarenakan kandungan vitamin C-nya cukup tinggi, yaitu 30 mg per 100 g. Fungsi vitamin C banyak berkaitan dengan pembentukan kolagen. Vitamin C diperlukan untuk hidroksilasi prolin dan lisln menjadi hidroksiprolin dan hidroksilisin, yang merupakan bahan penting dalam pembentukan kolagen.

Kolagen merupakan senyawa protein yang memengaruhi integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti pada tulang rawan, membran kapiler, dan kulit. Dengan demikian, vitamin C berperan besar dalam penyembuhan luka.


Daun pakis yang berwarna hijau gelap kaya akan betakaroten. Di dalam tubuh, betakaroten akan dimetabolisme menjadi vitamin A. Kandungan betakaroten dalam daun pakis setara dengan 432 RE vitamin A.

Betakaroten ini berperan dalam mengatur proses metabolisme di beberapa jaringan tubuh. Selain itu, betakaroten juga mengatur kerja gen-gen yang terlibat dalam sistem imunitas, sehingga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit, khususnya penyakit infeksi.

Daun pakis juga dipercaya berkhasiat mencegah penyakit rematik. Hal itu dikarenakan adanya kandungan kalsium dan fosfor yang cukup tinggi, yaitu masing-masing 42 mg dan 172 mg per 100 g daun pakis.

Kalsium dan fosfor merupakan mineral makro yang diperlukan untuk pertumbuhan, pembentukan, dan pemeliharaan kesehatan tulang.

Tabel. Komposisi zat gizi per 100 gram daun pakis


Zat giziKadar
Energi (kkal)35
Protein (g)4
Lemak (g)0,3
Karbohidrat (g)6,4
Kalsium (mg)42
Fosfor (mg)172
Besi (mg)1,3
Vitamin A (RE)432
Vitamin B (mg)0
Vitamin C (mg)30
Air (g)88
Sumber: Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI (2004)

Flavonoid Sebagai Antioksidan dan Antibakteri

Daun pakis mengandung beberapa komponen nongizi yang penting bagi kesehatan. Komponen nongizi yang utama pada pakis adalah flavonoid dan polifenol.

Flavonoid adalah kelompok senyawa fenol yang mempunyai dua peran utama, yaitu sebagai antioksidan dan antibakteri. Sebagai antioksidan, flavonoid dalam daun pakis berperan untuk menetralkan radikal bebas.

Radikal bebas merupakan suatu komponen yang berbahaya dan mengganggu metabolisme tubuh. Radikal bebas biasanya berasal dari polusi atau bahan-bahan kimia.

Flavonoid sebagai antioksidan dapat mencegah munculnya penyakit yang ditimbulkan oleh radikal bebas. Contohnya, penuaan dini, kanker, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya.

Sebagai antibakteri, flavonoid bergabung dengan protein ekstraseluler dan membentuk senyawa kompleks. Senyawa kompleks tersebut mengganggu integritas membran sel dan menghambat pertumbuhan sel-sel bakteri. Peran antibakteri tersebut dapat digunakan sebagai pengawet pada berbagai bahan pangan dan nonpangan.

Komponen nongizi lain pada daun pakis yang berperan sebagai antibakteri adalah palifenol. Polifenol dapat bereaksi dengan protein, membentuk suatu kompleks fenol-protein yang dapat mengganggu proses terbentuknya membran atau dinding sel bakteri.

Jangan Dimakan Mentah


Masyarakat Indonesia telah terbiasa memanfaatkan tumbuhan pakis atau paku sebagai bahan sayuran. Beberapa ciri pakis atau paku yang dapat diolah menjadi sayuran adalah: daun dan batang yang masih muda, batang yang gemuk, dan batang yang mudah dipatahkan.

Daun pakis biasanya diolah menjadi sayur bobor, gulai, orak-arik, tumis dan lalap. Lalap pakis dibuat dengan cara merebusnya terlebih dahulu. Tidak dianjurkan mengonsumsi daun pakis mentah sebagai lalapan karena mengandung asam sikimat yang dapat mengganggu saluran pencernaan.

Ada banyak variasi membuat gulai pakis, tergantung kepada asal daerahnya, seperti Jawa, Tapanuli, Sumatera Barat, Pontianak, Jambi, dan lain-lain. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan gulai pakis adalah pakis, santan kental, dan bumbu. Bumbu terdiri atas cabai merah, bawang merah, bawang putih, kunir, jahe, lengkuas, dan garam.

Bahan lain yang sering ditambahkan dalam pembuatan gulai pakis adalah: udang, belut, teri, daging, dan biji petai. Ciri khas gulai pakis adalah rasanya yang sepet-sepet asam pedas. Di Padang, gulai pakis biasanya dihidangkan bersama-sama lontong atau ketupat.

Cara pembuatan gulai pakis adalah sebagai berikut:

(1) Daun pakis dicuci dengan bersih kemudian ditiriskan dan dipotong-potong.
(2) Santan cair dimasukkan ke dalam panci, kemudian ditambahkan udang/teri/daging, sereh, asam jawa, dan bumbu yang telah dihaluskan.
(3) Setelah mendidih, daun pakis dimasukkan ke dalamnya dan dibiarkan hingga mendidih kembali.
(4) Segera masukkan santan kental dan dipanaskan hingga keluar minyaknya.
(5) Sebelum diangkat, tambahkan daun kemangi agar rasanya bertambah sedap dan wangi.
(6) Gulai pakis siap untuk dikonsumsi.

Dibungkus Pelepah Batang Pisang

Untuk diolah menjadi sayur, konsumen disarankan memilih daun pakis yang masih segar dan berwarna hijau cerah. Jika tidak langsung dimasak, daun pakis yang masih segar dapat disimpan terlebih dahulu.

Mula-mula daun pakis dicuci dengan air mengalir hingga bersih dari berbagai kotoran. Daun kemudian ditiriskan dan dibungkus dengan kertas atau plastik, dan dimasukkan ke dalam kulkas.

Jika tidak ada kulkas, daun pakis dapat disimpan di tempat dingin dan redup di dapur. Kesegaran daun pakis juga dapat dijaga dengan dibungkus pelepah batang pisang.

Pengolahan daun pakis harus dilakukan dengan cara yang benar agar vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya tidak hilang atau rusak.

Berikut ini adalah tip dalam mengolah daun pakis:

1. Daun pakis dicuci terlebih dahulu sebelum dipotong untuk membersihkan kotoran yang melekat.
2. Jangan merendam daun pakis yang sudah dipotongpotong karena vitamin dan mineral mudah larut dalam air.
3. Jangan merebus daun pakis terlalu lama karena vitamin A atau vitamin C mudah teroksidasi pada saat pemanasan atau suhu tinggi.

Oleh : Prof. DR. Made AstawanAhli Teknologi Pangan dan Gizi

Apa Khasiat Mengonsumsi Makanan Hangat?

Mengonsumsi makanan atau minuman hangat, berkhasiat sembuhkan batuk dan pilek yang diderita seseorang.

Apa Khasiat Mengonsumsi Makanan Hangat?Soto, berasal dari bahasa Hokkian "sauto". (Agni Malagina)

Batuk atau pilek umumnya disebabkan oleh virus yang akan sembuh dengan sendirinya, tanpa memerlukan konsumsi obat. Selain disarankan untuk beristirahat cukup, dokter juga akan menyarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman hangat untuk meringankan batuk dan pilek.

Dengan mengonsumsi makanan atau minuman hangat, akan membantu meningkatkan aliran lendir di rongga hidung pada seseorang yang sedang mengalami batuk pilek. Hal inilah yang diyakini dapat menghambat perkembangan virus yang menjadi penyebab pilek di rongga hidung.

Tidak hanya itu, dalam sebuah studi yang berjudul “The effects of a hot drink on nasal airflow and symptoms of common cold and flu” juga menyebutkan, bahwa minuman atau makanan hangat terbukti bermanfaat memberikan perasaan lega dan membantu mengurangi tingkat keluhan akibat batuk pilek yang biasa muncul, seperti hidung tersumbat, batuk, bersin, gatal di tenggorokan, kedinginan, hingga rasa lelah.

Jadi, saat terserang flu dan batuk, perbanyaklah konsumsi sup hangat, air hangat ataupun teh hangat untuk membantu proses penyembuhan.

(Intisari Online, via health.kompas.com)

Kisah Mary Mallon, Si Pembawa Kuman Tifus

Dia merupakan orang pertama di AS yang diidentifikasi sebagai "healthy carrier" kuman tipus.

Kisah Mary Mallon, Si Pembawa Kuman TifusIlustrasi Typhoid Mary pada sebuah surat kabar tahun 1909. Perhatikan tengkorak yang dia lemparkan ke dalam wajan. (Wikimedia Commons)

Seorang wanita bernama Mary Mallon(1869-1938) adalah sosok penting dalam dunia kedokteran di Amerika Serikat. Pasalnya, Mallon merupakan orang pertama di AS yang diidentifikasi sebagai pembawa sehat (healthy carrier) kuman tipus. Healthy carrier berarti tubuhnya membawa kuman namun dia tak menderita sakit tipus.

Malon berimigrasi ke New York tahun 1884. Dia bekerja sebagai juru masak tahun 1900-1907. Selama dia bekerja menjadi juru masak, 53 orang tertular penyakit tifus dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Di tahun 1900 Malon bekerja menjadi juru masak di Mamaroneck New York dan kurang dari dua minggu penghuni rumah yang dilayani langsung sakit tifus. Di Manhattan dia bekerja di sebuah keluarga tahun 1901 dan anggota keluarga itu menderita demam dan diare. 

Kemudian dia bekerja pada seorang pengacara dan tujuh dari delapan anggota keluarga pengacara itu menderita tifus. Tahun 1906 dia bekerja di Long Island. Dalam dua minggu enam dari sebelas anggota keluarga yang dilayaninya masuk rumah sakit karena tifus. Dia terus pindah kerja lagi dan menulari tifus pada lebih dari tiga keluarga lagi.

Healthy carrier adalah orang sehat yang pernah menderita demam tifoid namun bakteri penyebab tifoid itu tetap hidup tanpa menyebabkan si pembawa sakit. Si pembawa ini terus mengeluarkan bakteri di kotoran dan urinenya. 

Kasus Typhoid Mary jadi terkenal karena Mallon menolak disebut sebagai penular penyakit tipus. Apalagi ketika itu konsep healthy carrier alias pembawa penyakit tapi tetap sehat belum dikenal baik. Dia pun menolak berhenti bekerja sebagai juru masak. 

Kasus menjadi semakin memanas apalagi ketika dikaitkan dengan prasangka bahwa imigran miskin seperti dirinya disebut sebagai sumber penyakit. 

Namun akhirnya pejabat kesehatan memaksanya dikarantina dan Malon pun mati di karantina. Diperkirakan Mary Malon dilahirkan dengan kuman tifus karena ibunya menderita demam tifoid ketika mengandung dirinya. 

Cegah penularan
Agar terhindar dari penularan penyakit tifus ini, pastikan selalu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum menyiapkan makanan. Penularan penyakit infeksi bisa efektif dihentikan berkat cuci tangan dengan air hangat dan sabun antiseptik yang membersihkan tangan menyeluruh. 

Obat yang tepat untuk penyakit demam tifoid adalah antibiotika. Obat antibiotika ini dapat diberikan pada pasien yang dirawat di rumah sakit dan berobat jalan. Antibiotika ini penting untuk memberantas kuman agar tidak terjadi kekambuhan atau membuat penderitanya jadi pembawa kuman (carrier). 

Selama puluhan tahun demam tifoid biasanya diobati dengan antibiotika bernama kloramfenikol selama dua minggu. 

“Namun ternyata angka kekambuhan tinggi dengan pengobatan ini,” kata Prof Djoko Widodo, staf divisi penyakit tropik dan infeksi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selain itu pengobatan dengan kloramfenikol juga membuat penderitanya rentan jadi pembawa kuman. 

Obat yang sekarang dikenal optimal untuk mengobati demam tifoid adalah florokuinolon. Di samping antibiotika, pasien tipus juga membutuhkan obat untuk penghilang demam dan sakit kepala. “Lebih penting lagi, pasien juga butuh istirahat dan terapi nutrisi,” katanya.

(Dhorothea, Kompas Health)

Sabtu, 14 November 2015

SANG MEDUSA ANTARIKSA

Mengapa nebula ini dinamakan Nebula Medusa?

Dalam mitologi Yunani terdapat kisah tentang perempuan cantik berambut keemasan bernama Medusa. Medusa sangatlah congkak. Akibat kecongkakannya Medusa akhirnya berurusan dengan Dewi Athena. Sebagai hukuman atas perilakunya, Dewi Athena mengubah rambut indah Medusa menjadi ular-ular berbisa.

Lalu apa hubungannya kisah Medusa dengan astronomi? Awan gas dan debu dalam foto berikut dinamai Nebula Medusa karena para astronom beranggapan tirai gas dalam foto nebula itu mirip ular-ular di kepala Medusa.  Nah, bagaimana menurut kalian?

Kemiripan kedua cerita tidak berhenti di sini. Gas dari awan kosmis ini dahulu berada di dalam bintang keemasan, mirip Matahari kita. Namun, sebagaimana rambut keemasan Medusa, si bintang tidak senantiasa demikian.

Seiring dengan bertambahnya usia, bintang tumbuh semakin besar. Selama jutaan tahun bintang itu mengembang hingga akhirnya gas yang berada di bagian paling luar terlepas. Materi itu terlepas ke ruang angkasa lalu berubah menjadi bentuk indah berwarna-warni seperti yang kita lihat di foto. Kita menyebut awan gas ini nebula planetari.

Selama puluhan ribu tahun nebula planetari akan menyelubungi sisa-sisa bintang induknya. Namun, tahap ini hanya berlangsung singkat jika dibandingkan keseluruhan kala hidup si bintang. Hal ini seperti membandingkan singkatnya waktu yang kalian butuhkan untuk meniup gelembung sabun lalu mengamatinya melayang menjauh dengan panjangnya umur kalian.

(Ratna Satyaningsih/langitselatan.com)

Semut Telah Membantu Manusia Membersihkan Sampah, Benarkah?

Tahukah Anda bahwa ternyata semut dapat membantu manusia membersihkan sampah?

Semut Telah Membantu Manusia Membersihkan Sampah, Benarkah?Foto: Khairina

Sebuah penelitian membuktikan hal tersebut. Semut-semut di New York tertanya telah mengembangkan rasa terhadap junk food. Penelitian mengamalisis 20 spesies semut dan melihat jenis karbon di dalam tumbuhnya. Hasilnya, pada tubuh semut ditemukan sisa makanan olahan yang dimakan manusia.

Semut yang biasa hidup di trotoar dan beraspal ternyata memiliki kadar isotop yang mirip manusia. Sementara semut yang hidup di taman memiliki tingkat isotop lebih rendah.

“Makanan manusia telah memberikan dampak pada pola makanan hewan-hewan yang hidup di jalanan,” ujar Clint Penick, salah satu peneliti dari North Caroline State University. Menurutnya, semut telah membantu manusia dalam pengolahan sampah. Ini pula yang akhirnya menjelaskan mengapa jumlah semut di perkotaan terus mengalami peningkatan.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurrnal Proceedings of the Royal Society B.

(Sumber: time.com)

    ARUS LISTRIK BAGI OTAK MANUSIA

    Manfaat Arus Listrik Bagi Otak Manusia

    Selain dapat merangsang kreativitas, diharapkan arus listrik dapat menjadi alternatif untuk menyembuhkan penyakit kejiwaan.

    Manfaat Arus Listrik Bagi Otak ManusiaIlustrasi (Thinkstockphoto)

    Ingin tahu rahasia untuk merangsang kreativitas? Rahasianya adalah merangsang otak itu sendiri.

    Dalam studi baru yang dilakukan ilmuwan dari University of North Carolina, mereka mampu mengukur peningkatan kreativitas setelah mengubah aktivitas listrik di otak. 

    Ilmuwan merangsang otak orang sehat dengan arus listrik yang ditransmisikan secara aman dan non invasif melalui elektroda yang melekat pada kepala. Bagaimana hasilnya? Setelah otak dirangsang, terjadi peningkatan pemikiran yang kreatif hingga 7,4 persen.

    Arus listrik digunakan untuk meningkatkan osilasi gelombang alfa yang memiliki pola listrik pada frekuensi 8 - 12 hertz. 

    “Pada saat tertentu otak harus memutuskan seberapa banyak energi yang harus dikeluarkan untuk memproses sensorik, dan berapa yang harus dihabiskan untuk pengolahan dan pemrosesan kembali informasi,” ujar Dr. Flavio Frohlich, salah satu tim peneliti.

    Frohlich berharap teknologi ini dapat menjadi alternatif untuk mengobati penyakit kejiwaan. “Penggunaan teknologi ini sangat aman. Stimulasi otak non invasif dengan arus listrik sangat lemah. Bahkan Anda tidak dapat merasakannya pada kulit kepala. Tujuannya mampu mengobati gangguan kejiwaan dengan menormalisasi pola aktivitas listrik dalam jaringan otak,” jelas Frolich.

    (Sumber: Huffington Post Science).

    Mengenang PRAO YAWADWIPA


    # SEPARAH ITUKAH KALIAN MELUPAKAN SEJARAH KEHEBATAN LELUHURMU #

    Penulis sejarah ilmu kemaritiman dunia asal Eropa J.V Mills dalam bukunya "Malaya in The Wu Phe Cits" yang hidup di abad ke 15 Masehi, memaparkan bahwa timnya berhasil menemukan bangkai Jung Jung (kapal terbesar) milik Tiongkok yang karam di perairan laut Filipina, dengan memiliki ukuran panjang 100 kaki (30 meter) dan tingginya kurang dari 25 kaki (berkisar 4-7 meter), tentunya catatan ukuran besarnya Jung Jung milik Tiongkok yang ditulis berdasarkan fakta tersebut sudah sangat mengejutkan para pelaut asal Eropa.

    Namun setelah saya mengadakan observasi secara pribadi dan berdiskusi dengan para sejarawan yang memiliki salinan dokumen resmi catatan sejarah kemaritiman dunia asal Indonesia dan beberapa sahabat dari mancanegara, saya mendapatkan fakta yang mengejutkan, TERNYATA...


    "Berdasarkan kronik Dinasti Han, pada masa pemerintahan Kaisar Ming (Pemimpin Daratan Cina), seorang pegawai Pelabuhan Nanking sekaligus merangkap sebagai Sastrawan Kerajaan Ming bernama Wan Zhen menulis dalam bukunya bahwa di abad ke 3 Masehi pelabuhan laut Nanking di datangi Jung Jung dengan memiliki ukuran kurang lebih panjangnya 200 kaki (65 meter) dan tingginya 30 Kaki (10 meter), dengan membawa muatan berkisar 700 orang serta beberapa hasil bumi yang beratnya di perkirakan 5x lipat dari penumpang kapal".

    "Mereka datang dari arah selatan, sukunya Melanesia, di ujung kapal di ukir tulisan besar Prao Yawadwipa (Perahu dari Jawa), dengan membawa simbul umbul - umbul (bendera memanjang) berwarna merah gula aren dan putih kelapa, sehingga Kaisar Ming mengundang mereka ke istana, karena kagum melihat besarnya kapal yang mereka naiki".

    Itu artinya Leluhur orang Jawa, di abad Pra Sejarah sudah mampu membuat Jung Jung yang besarnya 2x lipat dari Jung Jung Tiongkok yang di buat pada masa Sejarah.

    Saya sadar betul bahwa saya tidak sehebat Leluhur saya, tapi saya tahu persis bahwa saya bisa dan saya mampu menunjukkan diri saya sebagai orang Jawa, minimal dari cara berpakaian serta dari cara saya mencintai seni dan budaya yang diwariskan oleh leluhur kami yang begitu luar biasa, karena dengan seperti itulah saya merasa menjadi diri sendiri sebagai seutuhnya anak Jawa, bertumpah darah Nusantara, berbangsa Indonesia dan ber-BHINEKA Tunggal Ika.


    Bangga jadi orang Jawa itu sudah bagus, tapi untuk membangun, menjaga dan melestarikan warisan seni, budaya dan semangat patriotisme Jawa tidak hanya cukup dengan kebanggaan belaka, karena dulu Leluhurmu datang ke Cina bukan untuk menunjukkan kebanggaannya tapi mereka datang dengan membawa hasil kerja keras karya - karyanya yang nyata...